Selasa, 15 Maret 2011

Bird watching di Kebun Raya Bogor

Pagi itu tepatnya pukul lima pagi, aku, Heri dan Ka’Mbul telah berkumpul di depan kampus bersiap untuk berangkat menghadiri undangan dari “Burung Indonesia” dalam acara Birdwathching keanekaragaman burung di Kebun Raya Bogor. Kami berangkat empat orang, namun Yogi yang di tunggu belum juga bergabung di tengah-tengah kami. Acara di mulai pukul setengah tujuh pagi, dan waktu tempuh dari kampus ke bogor sekitar satu jam. Kalau Yogi yang ditunggu belum datang juga dalam waktu setengah jam, maka kemungkina kami bisa datang terlambat dalam acara tersebut. Akhirnya, empatpuluh lima menit kemudian Yogi hadir dan kami ber empat segera bergegas berangkat ke lokasi undangan. Jalanan menuju Bogor cukup lancar dan kami yakin bisa hadir tepat waktu sebelum pengamatan dimulai.
Kami tiba di Bogor sekitar pukul enam lebih empat puluh menit. Kami sedikit lega karena merasa paling lama telat lima belas menit. Namun karena kami berada di ruas lalan yang berseberangan dengan pintu gerbang Kebun Raya, maka kami terpaksa memutar mencari jalan masuk ke lokasi. Tanpa diduga kami terjebak di pasar yang sangat ramai dan padat sehingga perjalana kami terhenti seketika itu. Arah jalan keluar pasar tersebut menjauhi dari lokasi Kebun Raya berada, dan karena bukan orang Bogor, kami tidak tahu ke arah mana jalanmenuju pintu gerbang Kebun Raya. Akhirnya kami bertanya kepada salah satu polisi lalu lintas yang tengah bekerja ekstra pagi itu untuk menjamin kelancaran lalu lintas di kota Bogor pagi itu. Setelah itu tibalah kami di gerbang masuk pukul tujuh tepat dan di luar perkiraan, kami telat setengah jam.
Sampai di tempat pengamatan, kami teringat akan alat yang umum gunakan dalam pengamatan burung yaitu binokular dan buku panduan. Ternyata kedua alat tersebut tidak kami bawa dan kami ber empat hanya bisa tersenyum. Akhirnya kami sepakat untuk pengamatan mengandalkan mata tanpa literatur. Dengan percaya diri kami melihat jenis burung yang pertama, dan burung ini sudah umum dijumpai yaitu Tekukur. Jumlahnya tiga ekor, dan langsung saja di catat. Kami merasa tidak akan ada masalah mengenai jenis burung yang akan di jumpai, karena beranggapan jenis burung yang berada di tempat pengamatan merupakan jenis-jenis burung kota yang sering dijumpai. Dan hal itu semakin terbukti setelah empat jenis burung berikutnya dengan mudah kami identifikasi, yaitu Kowak malam, Kutilang, Burung madu sriganti dan gelatik.
Di perjalanan kami bertemu dengan kelompok pengamat burung dari IPB dan bertukar informasi mengaenai jenis burung yang mereka temui. Ternyata jenis burung yang mereka temui tidak banyak berbeda dengan yang kami temui. Anak-anak IPB membawa alat lengkap dengan kamera, dan mereka tidak menemukan lebih banyak burung dari kami. Dalam hati ku berkata “sebuah kebanggaan atau sebuah ironi, mampu bersaing dengan pengamat burung IPB”.
Dengan rasa lapar karena belum sarapan, kami lanjutkan mengamati burung mengitari Kebun Raya Bogor. Kami temukan lagi beberapa burung yang umum seperti Burung gereja, Bondol dan Perenjak. Tak terasa sudah hampir tiga jam kami berkeliling mengamati burung di Kebun Raya, dan kami memutusakn untuk kembali ke tempat pertemuan setelah pengamatan. Di sana telah menunggu orang-orang Burung Indonesia. Kami berkumpul untuk sharing dan berdiskusi. Kami tidak menetahui bahwa pengamatan kali ini merupakan perlombaan yang merupakan rangkaian acara ulang tahun Burung Indonesia. Pemenang akan diberi hadiah yang sangat menarik, dan tentu saja kami merasa agak kecewa karena pengamatan kali ini tidak kami maksimalkan. Namun demikian kami berhasil mengamati empat belas jenis burung dan satu jenis burung yang tidak teridentifikasi.
Walaupun nanti pada saat pengumuman pemenang tim UIN tidak menang, tapi kami cukup bangga. Dengan alat seadanya kami dapat bersaing dengan para ahli burung dari berbagai universitas maupun LSM.
Pemenag lomba pengamatan burung akan diumumkan dua hari kemudian dan merupakan hari puncak perayaan ulang tahun Burung Indonesia yang juga akan diselenggarakan di Kebun Raya Bogor. Semoga saja tim pengamat UIN menang, doakan ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar